Lhokseumawe – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfo) Kota Lhokseumawe, Taruna Putra Satya, S.IP., M.A.P., bersama Tim Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) serta Forkopimda Kota Lhokseumawe melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi terdampak bencana, Senin (31/8/2026).
Salah satu lokasi yang menjadi sasaran peninjauan adalah Waduk Pusong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. Waduk dengan luas sekitar 40 hektare tersebut merupakan salah satu infrastruktur penting dalam mendukung pengendalian banjir di wilayah Kota Lhokseumawe.
Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi infrastruktur serta perkembangan penanganan di lapangan. Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan mengidentifikasi berbagai kebutuhan dan kendala yang masih dihadapi dalam proses pemulihan pascabencana.
Usai meninjau Waduk Pusong, Tim Satgas PRR bersama Forkopimda melanjutkan monitoring ke kawasan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) di Gampong Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu. Peninjauan juga dilakukan ke sejumlah kawasan yang berkaitan dengan pemulihan sektor pertanian dan infrastruktur pendukung.
Di kawasan Ujong Pacu, tim melihat kondisi lahan tambak dan pertanian serta kebutuhan penanganan pascabencana. Selanjutnya, peninjauan dilanjutkan ke kawasan Cot Trieng untuk melihat kondisi saluran irigasi tersier dan kebutuhan normalisasi saluran guna mendukung kembali aktivitas pertanian masyarakat.
Kadis Kominfo Kota Lhokseumawe turut mendukung kegiatan monitoring tersebut sebagai bagian dari penguatan koordinasi dan komunikasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta perangkat teknis terkait dalam percepatan pemulihan pascabencana.
Hasil peninjauan lapangan selanjutnya menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut bersama untuk menentukan langkah penanganan yang lebih tepat, terukur, dan berkelanjutan.
Pemerintah Kota Lhokseumawe bersama Satgas PRR terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi, sehingga berbagai infrastruktur dan sektor kehidupan masyarakat yang terdampak dapat segera kembali berfungsi secara optimal.
