Wali Kota Lhokseumawe Buka Festival Literasi 2026, Apresiasi Perpustakaan Desa dan Pegiat Literasi

Lhokseumawe – Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., membuka Festival Literasi Lhokseumawe Tahun 2026 yang berlangsung selama empat hari, 2–5 November 2026, di Halaman Gedung Layanan Perpustakaan Umum Kota Lhokseumawe.

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Lhokseumawe ini bertujuan menumbuhkan minat baca dan kecintaan terhadap literasi di kalangan pelajar serta masyarakat luas. Festival ini juga menjadi wadah untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, membangun jejaring literasi, serta memberikan ruang apresiasi dan ekspresi bagi para pegiat literasi.

Berbagai kegiatan turut memeriahkan festival, di antaranya perlombaan resensi, lomba video konten, gelar wicara, storytelling, penampilan seni, serta pameran perpustakaan gampong dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM).

Dalam rangkaian Festival Literasi 2026, turut diberikan apresiasi kepada para pemenang lomba perpustakaan desa terbaik. Juara pertama diraih Perpustakaan Lentera Hati dari Desa Kampung Jawa dengan nilai 929, disusul Rumoh Baca Hasan Savvas dari Desa Jambo Timu dengan nilai 909 sebagai juara kedua, dan Cahaya Ilmu dari Desa Meunasah Alue dengan nilai 874 sebagai juara ketiga.

Sementara itu, pada lomba resensi, Annisa Fitri meraih juara pertama, diikuti Sena Cindya Devesta dan Gina Azqa Syakira. Adapun lomba video konten dimenangkan Fatma Syamaun sebagai juara pertama, Muhammad Rafa Ananda sebagai juara kedua, dan Lutfiyani sebagai juara ketiga.

Melalui festival ini, Pemerintah Kota Lhokseumawe mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, pustakawan, pegiat literasi, dan masyarakat dalam memperluas ekosistem literasi serta meningkatkan mutu layanan perpustakaan.

Festival Literasi 2026 juga menjadi bagian dari upaya transformasi fungsi perpustakaan agar tidak hanya menjadi tempat membaca dan meminjam buku, tetapi juga berkembang sebagai ruang pembelajaran, kreativitas, interaksi, dan pemberdayaan masyarakat.

Pemerintah Kota Lhokseumawe berharap kegiatan ini dapat memperkuat budaya membaca dan belajar sepanjang hayat serta mendorong lahirnya generasi yang kritis, kreatif, berpengetahuan, dan berdaya saing.