Gelar Coaching Clinic Indeks Inovasi Daerah 2026, Dorong Peningkatan Daya Saing Daerah

Lhokseumawe — Dalam rangka menindaklanjuti implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Lhokseumawe menggelar kegiatan Coaching Clinic Indeks Inovasi Daerah Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan kualitas inovasi di lingkungan perangkat daerah.

Acara yang dipimpin langsung oleh Kepala Bappeda Kota Lhokseumawe tersebut diikuti oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta pemangku kepentingan terkait. Coaching clinic ini bertujuan memberikan pemahaman teknis sekaligus pendampingan dalam penyusunan dan pelaporan inovasi daerah yang terukur dan berkelanjutan.

Dalam arahannya, Kepala Bappeda menegaskan bahwa inovasi daerah merupakan instrumen penting dalam meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan publik. Hal ini sejalan dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 yang mendorong setiap daerah untuk berinovasi guna mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin memastikan bahwa setiap OPD mampu menghadirkan inovasi yang tidak hanya administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, Indeks Inovasi Daerah menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur keberhasilan pemerintah daerah dalam menciptakan ekosistem inovatif. Oleh karena itu, diperlukan sinergi, komitmen, dan kreativitas dari seluruh perangkat daerah untuk terus menggali potensi inovasi di masing-masing sektor.

Kegiatan coaching clinic ini juga diharapkan mampu meningkatkan pemahaman teknis terkait indikator penilaian, tata cara penginputan data, hingga strategi pengembangan inovasi yang berkelanjutan dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Pemerintah Kota Lhokseumawe berkomitmen untuk terus mendorong budaya inovasi sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan responsif terhadap dinamika pembangunan daerah.