Wali Kota Lhokseumawe Buka MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 2, Wujud Nyata Pendidikan Gratis Berkualitas

Lhokseumawe – Pemerintah Kota Lhokseumawe terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program prioritas nasional di bidang pendidikan melalui pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun 2026 di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Lhokseumawe, Jumat (31/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri juga oleh perwakilan Kementerian Sosial Republik Indonesia, Ketua TP PKK sekaligus Bunda PAUD Kota Lhokseumawe, unsur Forkopimcam Blang Mangat, jajaran manajemen PT PP KSO WIKA, Kepala Sekolah Rakyat beserta tenaga pendidik, Tim Program Keluarga Harapan (PKH), serta seluruh peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Lhokseumawe.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Sosial Kota Lhokseumawe Nurlina, SE., M.S.M. menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan MPLS sekaligus perkembangan penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 yang merupakan bagian dari implementasi program strategis pemerintah pusat.

Nurlina menjelaskan bahwa pelaksanaan MPLS berlangsung selama 14 hari, mulai 31 Juli hingga 13 Agustus 2026, dengan 268 peserta didik yang terbagi ke dalam 9 rombongan belajar, terdiri dari 88 siswa jenjang SD, 90 siswa jenjang SMP, dan 90 siswa jenjang SMA.

Menurutnya, penyelenggaraan Sekolah Rakyat merupakan upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat kurang mampu, khususnya anak-anak yang berasal dari keluarga pada kelompok desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

"Program ini bertujuan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Anak-anak dari keluarga kurang mampu memperoleh kesempatan mendapatkan pendidikan berkualitas secara gratis mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA dengan sistem berasrama," ujar Nurlina dalam laporannya.

Lebih lanjut disampaikan, seluruh kebutuhan peserta didik ditanggung oleh negara sehingga orang tua tidak dibebani biaya pendidikan. Fasilitas yang diberikan meliputi seragam sekolah, makan tiga kali sehari, asrama, buku pelajaran, laptop, hingga layanan kesehatan tanpa dipungut biaya.

Selain memberikan akses pendidikan gratis, Sekolah Rakyat juga diarahkan untuk membentuk karakter, kedisiplinan, keterampilan, serta mengembalikan anak-anak yang sebelumnya putus sekolah agar dapat kembali menempuh pendidikan formal.

Nurlina menambahkan bahwa kegiatan MPLS bukan sekadar pengenalan lingkungan sekolah, melainkan menjadi langkah awal dalam membangun karakter peserta didik agar tumbuh menjadi generasi yang disiplin, memiliki semangat belajar tinggi, percaya diri, serta siap menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Lhokseumawe juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan hadirnya Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 di Kota Lhokseumawe.

Keberadaan sekolah tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, Kementerian Pekerjaan Umum, PT PP KSO WIKA, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung proses pembangunan hingga sekolah siap digunakan sebagai pusat pendidikan bagi masyarakat.

Hadirnya Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan merata sebagai bagian dari implementasi visi pembangunan nasional melalui penyediaan pendidikan gratis bagi anak-anak Indonesia.