Diskominfo Fasilitasi Zoom Rapat Kebijakan Relokasi Pengungsi Rohingya di Lhokseumawe

Lhokseumawe — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Lhokseumawe kembali menunjukkan perannya dalam mendukung kelancaran komunikasi dan koordinasi lintas sektor dengan memfasilitasi pelaksanaan rapat kebijakan Pemerintah Kota Lhokseumawe terkait relokasi penampungan pengungsi Rohingya, yang dilaksanakan secara hybrid melalui dukungan Zoom Meeting, Senin (13/04/2026).

Rapat yang berlangsung di Op Room Setdako Lhokseumawe ini merupakan tindak lanjut dari undangan resmi Wali Kota Lhokseumawe dalam rangka merumuskan langkah strategis pemerintah daerah terhadap penanganan pengungsi Rohingya, khususnya terkait rencana relokasi penampungan yang dinilai lebih representatif dan manusiawi.

Diskominfo sebagai leading sector dalam penyediaan infrastruktur teknologi informasi memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dari sisi teknis. Mulai dari kesiapan jaringan internet berkecepatan tinggi, perangkat audio visual, hingga pengelolaan ruang virtual bagi peserta yang mengikuti rapat secara daring dari berbagai lokasi.

Rapat tersebut dihadiri oleh berbagai unsur penting, baik dari jajaran Pemerintah Kota Lhokseumawe maupun instansi vertikal dan organisasi kemanusiaan. Di antaranya Asisten Pemerintahan, Kepala Kantor Imigrasi, Dinas Sosial, BPBD, serta sejumlah lembaga kemanusiaan nasional dan internasional seperti UNHCR dan IOM, serta berbagai NGO yang selama ini aktif dalam penanganan pengungsi.

Dalam pembahasan rapat, Pemerintah Kota Lhokseumawe menekankan pentingnya penanganan pengungsi Rohingya yang terkoordinasi, terstruktur, dan mengedepankan aspek kemanusiaan. Relokasi penampungan menjadi salah satu opsi strategis guna memastikan para pengungsi mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak, aman, serta tidak menimbulkan dampak sosial yang berkepanjangan bagi masyarakat sekitar.

Diskominfo melalui fasilitasi zoom meeting juga memungkinkan partisipasi aktif dari berbagai pihak yang tidak dapat hadir secara langsung, sehingga proses diskusi dan pengambilan keputusan tetap berjalan efektif dan inklusif.

Dengan terselenggaranya rapat ini, diharapkan akan lahir kebijakan yang komprehensif dan solutif dalam menangani keberadaan pengungsi Rohingya di Kota Lhokseumawe, sekaligus menjaga stabilitas sosial serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Pemerintah Kota Lhokseumawe berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait guna memastikan setiap langkah yang diambil dapat memberikan manfaat bagi semua pihak, baik bagi pengungsi maupun masyarakat setempat.