Lhokseumawe – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui Direktorat Akselerasi Infrastruktur Digital memfasilitasi Focus Group Discussion (FGD) terkait pemanfaatan jaringan 5G di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lhokseumawe. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Hotel Diana Lhokseumawe, Rabu (16/9/2026).
FGD ini menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan teknologi jaringan 5G untuk mendukung kebutuhan konektivitas digital, khususnya di kawasan industri dan ekonomi strategis seperti KEK Lhokseumawe.
Kementerian Komdigi terus mendorong percepatan transformasi digital, termasuk melalui perluasan pemanfaatan jaringan 5G pada sektor industri. Pengembangan jaringan tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan konektivitas berkecepatan tinggi dan mendorong ekosistem digital yang lebih kuat.
Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Lhokseumawe, Armansyah Putra, mengatakan Pemko Lhokseumawe menyambut baik upaya pemanfaatan jaringan 5G di wilayah Kota Lhokseumawe, khususnya dalam mendukung pengembangan KEK Lhokseumawe.
Menurutnya, Wali Kota Lhokseumawe Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H. telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan penguatan infrastruktur dan konektivitas digital di daerah.
Wali Kota melalui Diskominfo menginginkan adanya pemanfaatan jaringan 5G di Kota Lhokseumawe. Kami ditugaskan melalui Kepala Dinas Kominfo untuk menyusun konsep bagaimana jaringan 5G dapat dihadirkan dan dimanfaatkan di Kota Lhokseumawe.
Ia menjelaskan, kehadiran jaringan 5G tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kualitas layanan internet, tetapi juga dapat menjadi bagian dari dukungan terhadap aktivitas industri, investasi, pelayanan publik, hingga pengembangan kota berbasis teknologi.
Hal tersebut dinilai relevan dengan keberadaan KEK Lhokseumawe yang memiliki posisi strategis dalam pengembangan ekonomi kawasan. KEK Lhokseumawe sendiri berada pada wilayah Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara sehingga pengembangan konektivitas digital membutuhkan sinergi lintas wilayah dan pemangku kepentingan.
“Pemanfaatan 5G ini juga diharapkan dapat mendukung kehadiran dan ketersediaan fasilitas jaringan internet di kawasan ekonomi khusus. Karena KEK Lhokseumawe tidak hanya berada di wilayah Kota Lhokseumawe, tetapi juga mencakup wilayah Kabupaten Aceh Utara,” katanya.
Armansyah menambahkan, pengembangan jaringan 5G juga sejalan dengan arah pembangunan Kota Lhokseumawe menuju Smart City. Infrastruktur digital yang memadai menjadi salah satu komponen penting dalam mendukung integrasi layanan pemerintahan, aktivitas ekonomi, serta pelayanan kepada masyarakat.
“Harapannya, pemanfaatan 5G ini dapat menjadi salah satu fondasi dalam mendukung Lhokseumawe sebagai Smart City, sekaligus memperkuat konektivitas digital untuk masyarakat dan dunia usaha,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut dihadiri Guru Besar Universitas Telkom Prof. Dr. Chairul Anwar, jajaran PT Pembangunan Aceh (PEMA), PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), Pelindo, konsorsium, jajaran Telkom, Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Lhokseumawe yang diwakili Sekretaris Dinas, Armansyah Putra, S.Kom., S.Si., M.Eng., Dinas Kominfo Aceh Utara serta sejumlah pihak terkait lainnya.
