Switch Hub: Perbedaan Komponen dan Fungsinya Dalam Jaringan

Switch Hub sering disalah artikan sebagai perangkat yang sama. Hal ini bisa dimengerti karena bentuk dan fungsinya yang mirip. Dikutip dari laman IT Telkom University, hub atau network hub adalah alat untuk mengkoneksikan data antar komputer dengan port hub yang tersedia. Sementara switch adalah komponen komputer untuk menghubungkan kumpulan hub dalam membentuk jaringan dalam jumlah yang lebih besar. mApabila dilihat dari fungsinya, keduanya memiliki kesamaan tujuan dalam membagikan data ke seluruh perangkat terhubung. Namun terdapat perbedaan prinsip kerja dari kedua port ini dalam hal menciptakan efektivitas jaringan. mPerbedaan Switch dan Hub

1. Memiliki Cara Kerja Berbeda

Hub akan berperan sebagai penerima dan pengirim sinyal listrik dari kabel yang telah tersambung. Sementara tugas switch akan lebih kompleks dalam mengirim dan menerima sinyal. Switch juga melakukan proses informasi di layer Data Link berbentuk MAC (Media Access Control) address di setiap perangkat yang telah terhubung.

2. Bekerja di OSI Layer Berbeda

Dilansir dari laman Master of Computer Science Binus University, hub bekerja pada layer 1 (OSI Layer) sementara switch pada layer 2. Agar dua jaringan di bawah switch dapat terhubung maka diperlukan switch pada layer 3 (layer network) yang disebut router. Berkat router seluruh jaringan akan saling terhubung dan melengkapi.

3. Kinerja Switch Yang Lebih Handal

Switch dinilai lebih bagus karena telah menggunakan sistem seleksi pada perangkat terhubung berdasarkan MAC Address. Sementara hub tidak, karena hanya berperan untuk menerima sinyal dari tiap port dan mengirimkannya kembali saat perangkat terhubung.


4. Proses Transfer Data Switch Lebih Cepat

Canggihnya proses seleksi switch ternyata berpengaruh pada kecepatan pengiriman data. Tipe transmisi unicast, multicast, dan broadcast berdampak pada kecepatan pengiriman data. Sementara itu teknologi hub terbatas pada pengiriman sinyal tipe broadcast (menyebar) tanpa deteksi perangkat terhubung, yang akhirnya menjadikan proses transfernya berlangsung lama.


5. Switch Lebih Aman

Karena switch melakukan pemeriksaan terlebih dahulu pada semua data (transmisi full duplex), maka data yang sampai dipastikan benar-benar aman dari SPAM dan virus. Berbeda dengan hub yang akan mengirim dan menerima data secara utuh sehingga riskan terserang data berbahaya.


6. Switch Lebih Mahal

Fungsi yang kompleks pada switch akhirnya berdampak pada harganya yang lebih mahal. Pastikan sebelum membeli, detikers mengetahui manakah prioritas port transfer data yang sesuai dengan kebutuhan.

7. Jumlah Port Switch Lebih Banyak

Untuk membedakan dua port ini sangatlah mudah, hub umumnya terdiri dari 4-12 jalur koneksi. Sementara switch umumnya lebih banyak yaitu sekitar 24-48 port.
Fungsi Switch dan Hub. Hub memiliki fungsi untuk menghubungkan perangkat agar dapat bertukar data melalui jaringan LAN. Terdapat beberapa jenis hub yaitu.

Passive Hub: berperan untuk menerima dan mengirim data dari sekaligus ke komputer yang telah terhubung hub tersebut. Active Hub: menerima data dari perangkat yang telah terhubung hub. Intelligent Hub: memperkuat data sebelum dikirimkan pada perangkat lain yang telah terhubung hub.

Sementara itu beberapa fungsi hub adalah sebagai berikut.

  • Menambah dan menghilangkan workstation.
  • Meningkatkan fleksibilitas interface berbeda (ethernet), FDDI, dan token ring.
  • Menambah jarak jaringan.
  • Berperan untuk menjadi repeater.
  • Sebagai manajemen tersentralisasi (koleksi informasi) yaitu diagnostic.
  • Menanggulangi berbagai feature seperti fault tolerance atau isolasi kerusakan.

Adapun fungsi dari switch terperinci di bawah ini.

  • Menjadi penguat (repeater) sinyal pada jaringan.
  • Mengirim dan menerima data sesuai tujuan.
  • Menghubungkan 1 atau lebih perangkat komputer pada jaringan lokal.
  • Menerima informasi yang terhubung dan bersumber dari switch.
  • Mencegah data terjebak dalam port dan tidak sampai ke tujuan (fitur looping avoidance).

Demikian perbedaan switch hub yang patut dipahami. Jangan sampai detikers salah mengartikan dan membelinya secara asal-asalan. Pastikan port yang dibeli mengadopsi teknologi mumpuni dengan melihat brand dan harga yang ditawarkan.

Sumber : detik.com